Senin, 29 Oktober 2018

MEMBENTUK PRIBADI YANG MANDIRI

MEMBENTUK PRIBADI YANG MANDIRI

Kemandirian seseorang sangat penting di era yang semakin moderen dewasa ini. Meskipun kemandirian merupakan hal yang tidak mudah untuk diterapkan, apalagi bagi kaum wanita yang sering di anggap memiliki ketergantungan yang besar pada kaum pria.
Kemandirian merupakan kondisi pribadi yang telah mampu memperkembangkan pancadaya kemanusiaan bagi tegaknya hakikat manusia pada dirinya sendiri dalam bingkai dimensi kemanusiaan. Pancadaya, yaitu daya takwa, cipta, rasa, karsa dan karya telah berkembang dan terwujudkan sedemikian rupa sehingga ia menjadi individu yang menjunjung hakikat kemanusiaan (yaitu beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memanfaatkan kemampuan diri secara optimal, bermoral tinggi, melaksanakan tugas dan fungsi dalam status dan kedudukannya, serta menepati kewajiban dan hak dasar diri sendiri dan orang lain), yang kesemuanya itu terlaksana dalam bingkai dimensi kemanusiaan (yaitu yang mendukung dan mengutamakan teraktualisasikannya kebenaran dan keluhuran, potensi diri dan adanya perbedaan dengan orang lain, komunikasi dan kebersamaan nilai dan moral, yang kesemuanya itu dilandasi oleh keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa).
A. Sifat yang Mencerminkan Kemadirian
1.  Bertanggung jawab.
Tampil mandiri berarti memiliki sikap yang bertanggung jawab terhadap apa yang telah dilakukannya. Berani berbuat berarti berani bertanggung jawab, dan wujud tanggung jawab adalah sesuatu yang bisa diterima dengan baik oleh banyak orang.
2.  Mampu mengatasi kesulitan
Pribadi yang mampu mengatasi kesulitannya sendiri, mampu menyelesaikan masalahnya sendiri .  Meskipun pada awalnya terasa sulit tapi dapat mencari jalan keluar/solusi dari permasalahan yang dihadapi.
3.  Mengenal kemampuan diri sendiri
Menyadari sepenuhnya akan kemampuan yang dimiliki. Pada dasarnya manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. Pribadi mandiri yang mengenal dirinya, pasti tahu persis untuk memaksimalkan kelebihannya dan meminimalisir kekurangannya.
4.  Senantiasa berpikir positif
Berpikir positif terwujud dalam tindakan positif yang dilakukan pribadi mandiri. Dapat mengambil keputusan yang positif dan bersikap bijaksana.
5.  Berwawasan global
Pribadi mandiri memiliki wawasan global dan tidak berpikiran sempit yang mengarah pada ketergantungan terhadap orang lain karena kurang percaya diri.
B. Tiga pola prilaku yang penting dalam membentuk perilaku mandiri
Berpikir mulai dari tujuan akhir peran kita dalam kehidupan
Setiap orang dalam melaksanakan perannya didalam kegiatannya baik bisnis ,organisasi dan lingkungan hidupnya  tentu mempunyai tujuan atau misi. Misi adalah sesuatu yang kita jalankan atau perankan dalam hubungan kita bersama orang lain. Misi menjadikan kita mempunyai arahan atau guiden dalam kita bersikap dan bertindak dalam hubungan kita bersama orang lain. Sebagai contoh, dalam lingkungan kerja kita sebagi karyawan, kita mempunyai tujuan atau misi yaitu menjadi karyawan yang selalu membantu rekan keraja kita untuk melaksanakan tugasnya dalam mencapai kesuksesan bersama perusahan tempat kita bekerja.
Mengambil peran (terlibat aktif)
Setelah kita mempunyai misi atau tujuan yang kita tetapkan dalam peran kita didalam hubungan kita bersama orang lain baik organisasi atau lingkungan kita, maka kita berusaha mengambil peran aktif yang secra sadar sebagi tanggung jawab atas misi yang telah kita tetapkan. Secara proaktif(sikap mengambil tindakan yang menguntungkan) menetapkan cara-cara pencapain misi/tujuan. Kemampuan memenuhi janji atas diri sendiri adalah ciri pribadi yang mandiri. Disiplin dan komitmen adalah kunci sukses dari setiap pribadi yang sukses.
Mendahulukan hal-hal penting yang bermanfaat
Tentu saja dalam misi yang kita tetapkan kita perlu menentukan skala prioritas, mendahulukan hal-hal penting( fundamental) yang berhubungan dengan pencapaian misi.  Serta mampu mengorbankan kesenangan yang sekarang untuk sebuah tujuan. Skala prioritas membantu kita dalam focus pencapain misi sebab misi yang sangat tinggi tersusun oleh tujuan -tujuan jangka pendek maupun menengah. Dengan skala prioritas membuat kita lebih realistik dalam menetapkan misi, hal yang membedakan cita -cita dan angan-angan. Cita -cita adalah hal yang mungkin karena kita mengetahui cara  mencapai tujuan yang relistik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar